IDENTIFIKASI MANFAAT SENGON (Albizia chinensis)
IDENTIFIKASI MANFAAT SENGON (Albizia chinensis)
Tugas Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan
Dosen Pengasuh : Dr. Agus Purwoko S.Hut, M.Si
Oleh
Nama : Nirwan Saputra
NIm : 171201005
IDENTIFIKASI MANFAAT SENGON
(Albizia chinensis)
Banyak orang yang perpendapatat bahwa investasi sengon menjadi salah satu investasi emas hijau yang cukup menjanjikan. Permintaan yang tinggi, perawatan yang mudah dan harga yang bagus menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembisnis sengon. Walaupun take profitnya terhitung lama dibandingkan dengan kayu jati, akan tetapi, budidaya sengon jauh lebih pendek waktu tunggunya, potensi inilah yang sangat menjanjikan, sehingga sekarang ini banyak sekali “pemain baru” yang ikut terjun di bisnis budidaya sengon. benarkah budidaya pohon sengon dan investasi sengon menjanjikan?
Sebelum kita
terjun ke dalam investasi keuntungan budidaya pohon sengon, kita harus pelajari
dulu cara budidaya sengon dan peluang bisnis investasi sengon itu sendiri. Kita
harus berhati-hati dan memiliki perhitungan yang matang karena investasi sengon
memiliki persaingan yang ketat. Kita harus mengetahui bagaimana perkiraan
situasi pasar kayu sengon pada tahun tersebut?? berapa keuntungan yang mungkin
bisa kita dapatkan?? tentunya semuanya harus kita perkirakan dengan tepat dan
cermat!!. Jangan sampai kita terjun bebas menderita kerugian yang banyak karena
hanya tergiur dengan keuntungannya saja tanpa memperhatikan tujuan bisnis dan
resiko bisnis kayu sengon. sebagai contoh jika kita memutuskan untuk budidaya
pohon sengon tahun 2016, itu berarti kita baru bisa panen pada tahun 2021
karena investasi sengon baru bisa kita nikmati 5 tahun ke depan, benar bukan?
Pertimbangan Pertama. pohon
kayu sengon merupakan jenis kayu keras yang bersifat empuk dengan serat kayu
yang standar. Kayu sengon ini tergolong kayu kelas bawah berbeda dengan kayu
jati. Harga kayu sengon dipasaran lebih murah jika dibandingkan harga kayu
jenis Iainnya. Akan tetapi karena harga kayu sengon yang murah inilah yang
menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Kayu sengon banyak diminati
pembeli karena harganya terjangkau.
Pertimbangan Kedua, Kita
mencoba untuk menganalisa investasi budidaya sengon dengan menggunakan beberapa
pendekatan antara lain : analisa situasi, analisa kondisi, analisa permintaan
dan analisa persaingan. Penting bagi kita untuk mencoba menganalisa hal
tersebut sebeum anda benar-benar terjun dan mulai usaha budidaya pohon sengon.
Ciri dan Botani
Batang
Pohon
berukuran sedang sampai besar, tinggi dapat mencapai 40 m, tinggi batang bebas
cabang 20 m. Tidak berbanir, kulit licin, berwarna kelabu muda, bulat agak
lurus. Diameter pohon dewasa bisa mencapai 100 cm atau lebih. Tajuk berbentuk perisai,
jarang, selalu hijau.
Daun
Daun sengon tersusun
majemuk menyirip ganda panjang dapat mencapai 40 cm, terdiri dari 8 – 15 pasang
anak tangkai daun yang berisi 15 – 25 helai daun, dengan anak daunnya
kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk
memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida
dari udara bebas.
Akar
Sengon memiliki
akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak
terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. rambutnya
berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tana disekitar pohon sengon menjadi subur.
Bunga
Bunga tanaman
sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih
kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari
bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin
atau serangga.
Buah
Buah sengon
berbentuk polong, pipih, tipis, tidak bersekat-sekat dan panjangnya sekitar 6 –
12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil,
waktu muda berwarna hijau dan jika sudah tua biji akan berubah kuning sampai
berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin
Benih
Pipih, lonjong,
3 – 4 x 6 – 7 mm, warna hijau, bagian tengah coklat. Jumlah benih 40.000 butir/kg.
Daya berkecambah rata-rata 80%. Berat 1.000 butir 16 – 26 gram.
Klasifikasi Tanaman Sengon
Kingdom: Plantae
Subkingdom:
Trachebionta
Superdivision:
Spermatophyta
Division:
Magnoliopsida
Classis:
Magnoliopsida
Subclasissi :
Rosidae
Ordo: Fabales
Familia:
Fabaceae (Leguminoceae)
Genus: Paraserioanthes
Spesies: Paraserioanthes
falcataria L. Nielsen.
MANFAAT SENGON
Tumbuhan sengon
memiliki banyak manfaat bagi manusia seperti baik itu dari segi ekonomi :
ü Memanfaatkan
pohon sengon untuk memperbaiki lahan yang kering
ü menghasilkan
biji sengon yang cukup banyak menjadi bernilai lebih untuk pembibitan.
ü Kita dapat memanfaatkan
pohon sengon dengan berbagai keperluannya, seperti kayu yang dijual untuk
kebutuhan bangunan, daun sebagai pupuk, buah sebagai bibit maupun konsumsi.
Langkah-Langkah Penyemaian Benih
Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.
Langkah-Langkah Penyemaian Benih
Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.
PEMBIBBITAN SENGON
a) Benih
Pada umumnya
tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih
harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk
tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya
tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit.
Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :
* Kulit bersih
berwarna coklat tua
* Ukuran benih
maksimum
* Tenggelam
dalam air ketika benih direndam, dan
* Bentuk benih
masih utuh.
Selain
penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya
hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan
mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya
tumbuhnya tinggi.
b) Kebutuhan Benih
Jumlah benih
sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung
dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :
Keterangan :
* Luas kebun
penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m)
* Jarak tanam 3
x 2 meter
* Satu lubang
satu benih sengon
* Satu kilogram
benih berisi 40.000 butir
* Daya tumbuh 60
%
* Tingkat
kematian selama di persemaian 15 %
Dengan demikian
jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan
daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705
butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak
tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan
menjadi 100 gram.
Sehubungan
dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah
apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan , sebaiknya
dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih
direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit. Setelah itu,
benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk
selanjutnya benih siap untuk disemaikan.
c) Perlakuan benih
Keberhasilan
persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh
karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian
sebagai berikut :
* Lokasi
persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5
%
* Diupayakan
memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim (
dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
* Kondisi
tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat.
* Berdekatan
dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit
pada waktu pengangkutan.
Untuk memenuhi
kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung
dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan
persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. Selain
itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.
Terlepas dari
kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka
langkah-langkah penyemaian benih dapat dibagi benjadi tahap – tahap kegiatan
sebagai berikut:
a) Penaburan
Kegiatan
penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang
maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat. Kualitas kecambah ini akan
mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik akan
menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang
berkualitas.
Bahan dan alat
yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut:
* Benih
* Bedeng
tabur/bedeng kecambah
* Media Tabur,
campuran pasir dengan tanah 1 : 1
* Peralatan
penyiraman
* Tersedianya
air yang cukup
* dan
sebagainya.
d) Pemilihan Lokasi Persemaian
Penaburan benih
pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat
proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal. Penaburaan
dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya
penguapan yang berlebihan.
Penaburan ini
ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini
berjara 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira – kira 2,0 cm. Usahakan benih
tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. Setelah
kecambah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.
2. Penyapihan Bibit
Langkah-langkah
kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :
* Siapkan
kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4
lubang pada bagian sisi-sisinya.
* Masukkan media
tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika
tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
* Setelah media
tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk setinggi ¾
bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang
kecambah.
* Kantong
plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap
jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.
* Pada masa
pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di
lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensip.
c) Pemeliharaan
Pemeliharaan
yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :
* Penyiraman
Penyiraman yang
optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada semai / bibit. Penyiraman
dilakukan pada pagi dan sore hari maupun siang hari dengan menggunakan nozle.
Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari
keadaan normal, yaitu pada saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal
terbuka dan hari yang panas.
No comments:
Post a Comment