Thursday, April 11, 2019

Identifikasi Manfaat dan Jenis Komoditi Kehutanan

IDENTIFIKASI MANFAAT SENGON (Albizia chinensis)

Tugas Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan
Dosen Pengasuh : Dr. Agus Purwoko S.Hut, M.Si
Oleh
Nama : Nirwan Saputra
NIm : 171201005


IDENTIFIKASI MANFAAT SENGON
(Albizia chinensis)






        Banyak orang yang perpendapatat bahwa investasi sengon menjadi salah satu investasi emas hijau yang cukup menjanjikan. Permintaan yang tinggi, perawatan yang mudah dan harga yang bagus menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembisnis sengon. Walaupun take profitnya terhitung lama dibandingkan dengan kayu jati, akan tetapi, budidaya sengon jauh lebih pendek waktu tunggunya, potensi inilah yang sangat menjanjikan, sehingga sekarang ini banyak sekali “pemain baru” yang ikut terjun di bisnis budidaya sengon. benarkah budidaya pohon sengon dan investasi sengon menjanjikan?


Sebelum kita terjun ke dalam investasi keuntungan budidaya pohon sengon, kita harus pelajari dulu cara budidaya sengon dan peluang bisnis investasi sengon itu sendiri. Kita harus berhati-hati dan memiliki perhitungan yang matang karena investasi sengon memiliki persaingan yang ketat. Kita harus mengetahui bagaimana perkiraan situasi pasar kayu sengon pada tahun tersebut?? berapa keuntungan yang mungkin bisa kita dapatkan?? tentunya semuanya harus kita perkirakan dengan tepat dan cermat!!. Jangan sampai kita terjun bebas menderita kerugian yang banyak karena hanya tergiur dengan keuntungannya saja tanpa memperhatikan tujuan bisnis dan resiko bisnis kayu sengon. sebagai contoh jika kita memutuskan untuk budidaya pohon sengon tahun 2016, itu berarti kita baru bisa panen pada tahun 2021 karena investasi sengon baru bisa kita nikmati 5 tahun ke depan, benar bukan?

Pertimbangan Pertama. pohon kayu sengon merupakan jenis kayu keras yang bersifat empuk dengan serat kayu yang standar. Kayu sengon ini tergolong kayu kelas bawah berbeda dengan kayu jati. Harga kayu sengon dipasaran lebih murah jika dibandingkan harga kayu jenis Iainnya. Akan tetapi karena harga kayu sengon yang murah inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Kayu sengon banyak diminati pembeli karena harganya terjangkau.

Pertimbangan Kedua, Kita mencoba untuk menganalisa investasi budidaya sengon dengan menggunakan beberapa pendekatan antara lain : analisa situasi, analisa kondisi, analisa permintaan dan analisa persaingan. Penting bagi kita untuk mencoba menganalisa hal tersebut sebeum anda benar-benar terjun dan mulai usaha budidaya pohon sengon.

Ciri dan Botani                                       

Batang

Pohon berukuran sedang sampai besar, tinggi dapat mencapai 40 m, tinggi batang bebas cabang 20 m. Tidak berbanir, kulit licin, berwarna kelabu muda, bulat agak lurus. Diameter pohon dewasa bisa mencapai 100 cm atau lebih. Tajuk berbentuk perisai, jarang, selalu hijau.
Daun
Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda panjang dapat mencapai 40 cm, terdiri dari 8 – 15 pasang anak tangkai daun yang berisi 15 – 25 helai daun, dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.
Akar
Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tana disekitar pohon sengon menjadi subur.
Bunga
Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.
Buah
Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, tidak bersekat-sekat dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil, waktu muda berwarna hijau dan jika sudah tua biji akan berubah kuning sampai berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin
Benih
Pipih, lonjong, 3 – 4 x 6 – 7 mm, warna hijau, bagian tengah coklat. Jumlah benih 40.000 butir/kg. Daya berkecambah rata-rata 80%. Berat 1.000 butir 16 – 26 gram.
Klasifikasi Tanaman Sengon
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Trachebionta
Superdivision: Spermatophyta
Division: Magnoliopsida
Classis: Magnoliopsida
Subclasissi : Rosidae
Ordo: Fabales
Familia: Fabaceae (Leguminoceae)
Genus: Paraserioanthes
Spesies:  Paraserioanthes falcataria L. Nielsen.

MANFAAT SENGON
Tumbuhan sengon memiliki banyak manfaat bagi manusia seperti baik itu dari segi ekonomi :
ü  Memanfaatkan pohon sengon untuk memperbaiki lahan yang kering
ü  menghasilkan biji sengon yang cukup banyak menjadi bernilai lebih untuk pembibitan.
ü  Kita dapat memanfaatkan pohon sengon dengan berbagai keperluannya, seperti kayu yang dijual untuk kebutuhan bangunan, daun sebagai pupuk, buah sebagai bibit maupun konsumsi.
Langkah-Langkah Penyemaian Benih
Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.


PEMBIBBITAN SENGON
a) Benih
Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :
* Kulit bersih berwarna coklat tua
* Ukuran benih maksimum
* Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
* Bentuk benih masih utuh.
Selain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya tumbuhnya tinggi.

b) Kebutuhan Benih
Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :
Keterangan :
* Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m)
* Jarak tanam 3 x 2 meter
* Satu lubang satu benih sengon
* Satu kilogram benih berisi 40.000 butir
* Daya tumbuh 60 %
* Tingkat kematian selama di persemaian 15 %
Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.

Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan , sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan.
c) Perlakuan benih
Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :
* Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5 %
* Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim ( dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
* Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat.
* Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.
Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.

Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka langkah-langkah penyemaian benih dapat dibagi benjadi tahap – tahap kegiatan sebagai berikut:
a) Penaburan
Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat. Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang berkualitas.
Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut:
* Benih
* Bedeng tabur/bedeng kecambah
* Media Tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1
* Peralatan penyiraman
* Tersedianya air yang cukup
* dan sebagainya.

d) Pemilihan Lokasi Persemaian
Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal. Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.
Penaburan ini ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini berjara 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira – kira 2,0 cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.

2. Penyapihan Bibit
Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :
* Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
* Masukkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
* Setelah media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
* Kantong plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.
* Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensip.
c) Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :
* Penyiraman
Penyiraman yang optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada semai / bibit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari maupun siang hari dengan menggunakan nozle. Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, yaitu pada saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal terbuka dan hari yang panas.